tentang cerita dan subjek yang tak perlu kau pertanyakan;
Malam ini aku menulis lagi, di sini. Tanpa paksaan, tanpa permintaan "buatlah kata-kata menyentuh" tanpa permintaan bantuan menulis kata-kata pengiring tanpa permintaan menulis tentang kenangan yang aku tak ikut merasa tanpa permintaan merangkai kata demi kata menjadi sesuatu yang lebih indah tanpa perasaan itu turut hadir bersamaku. Tidak, aku sama sekali tidak keberatan. Terbiasa kataku, luar biasa katamu. Tapi malam ini berbeda, ada sesuatu yang memaksa masuk lebih dalam ke pikiran dan perasaan. Takdir ini bukan kita yang menulis, pun bukan kita yang meminta Terjadi begitu saja, kataku Bagaimana bisa, katamu. -kalimat dalam bagian ini terpaksa dihapus- dari hari pertama aku tahu kita tidak mungkin menyentuh kemungkinan terbaik. Kukira upaya mengingkari perasaan sendiri ini telah menyentuh kata berhasil. Namun sejenak terbesit ingatan akan kemungkinan pergimu akan selalu beriringan dengan pertanyaan kesanggupanku melepaskanmu....