Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Beberapa Hari Terakhir

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Siang, Perkenalkan ini awan, dan ini adalah cerita tentang awan yang semakin kehilangan makna kehadirannya Waktu itu awan pernah bilang, ia takut  Takut dunia hanya menganggapnya ketika ia terlihat dapat memberikan tawa dan sepaket kebahagiaan serta jawaban 'iya.' Ruang ini rasanya terlalu sesak untuk awan Untuk awan yang berkali-kali kehilangan Terenggut rasa percayanya pada hal yang bahkan telah diikat dengan janji paling serius Sadar setiap hal dapat berakhir kapan saja Ia mulai berhenti percaya pada setiap bahagia yang dijanjikan oleh manusia yang datang dan pergi Menerima, menerima dan terus menerima hingga ia akhirnya terbiasa dalam situasi tidak baik-baik saja Menganggap semuanya baik saja padahal sebenarnya kenyataan sedang mengikatnya dalam rasa sakit dan patah menahun Ia bilang tidak apa- apa, tidak masalah, tidak ada yang salah Padahal pada batas manus...

Distorsi Rasa

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Waktu itu, kalau ada rasa yang mengendap Maka ku sebut itu dusta Waktu itu, kalau ada rasa yang memaksa tumbuh Maka ku sebut itu sebuah usaha untuk bangkit Waktu itu, kalau ada rasa yang memaksa berhenti Maka ku sebut itu siksa Mana mungkin? Mana mungkin benang ingatan itu terputus begitu saja Aku bukan manusia yang pandai beralih Aku juga bukan manusia yang pandai berdalih Aku mencoba mengeluarkan apa-apa yang ada di kepalaku apa-apa yang mengeras di hatiku dan apa-apa yang membusuk di ruang memoriku Tentang koordinat-koordinat yang menjabarkan jarak antara aku dan kamu Tentang cat air, lukisan, dan pajangan siluet yang masih melukiskan warnamu Tentang potret dan rekam gambar dari waktu ke waktu yang masih menjadi definisi kenangan itu juga tentang peta yang menunjukkan arah kembali pulang padamu Itu yang semata diingat akalku Pada distorsi yang tercipta siang itu Bibirku k...

Rumah: Istimewa

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Setiap orang, pasti memiliki hari istimewa di hidupnya. Begitupun saya, bulan ketujuh di setiap tahunnya selalu punya makna lebih buat saya. Lebih dari sekadar pergantian usia, ataupun perayaan libur sekolah. Buat saya, tidak ada yang istimewa dari pergantian tahun, usia, bahkan status. Sebab yang istimewa adalah : mereka yang tetap milih tinggal di setiap perputarannya. Tapi sayangnya, kata tinggal pun multi tafsir. Ia dapat bermakna tetap disana atau justru beranjak pergi. Ya, di setiap selisih dan perputarannya, selalu ada fenomena datang dan pergi yang silih berganti dan tidak berhenti. Dan ternyata saya menemukan lagi apa yang lebih berharga di antaranya, sebab di antara fenomena datang dan pergi, proses lalu lalang dan kisah diam dan berlari selalu ada yang melintas. Perjalanan kita adalah pencarian yang setiap detik levelnya selalu bertambah, dengan isi cerita yang berbeda dan lewa...

Yang ku kira,

Gambar
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Terlalu banyak tulisan manis tentang senja, tapi bukan itu poin utamanya. Saya rasa, tatapmu lebih pandai mendeskripsikan semuanya. Saya kira cuma fajar yang tenggelam di ujung hari itu Rupanya tidak, perasaan itu, rindu itu, dan seluruh kepingan hati itu Turut serta menenggelamkan dirinya, ia menyelam dalam  di matamu.  Di matamu,  tanya dan amarah lenyap seketika Sisa-sisa pernyataan yang dengan ringan dibungkam mulut ini  menjadikan diam sebagai satu-satunya yang terucap kala ragamu hadir  tepat lurus di hadapanku Saat itu tenang mencoba menjamah takutku Air yang mengalir damai di jiwamu itu mencoba memadamkan setiap khawatir  yang membara panas di setiap sel tubuhku  Aku yang terlewat penakut ini, seketika berkamuflase menjadi tegar Kau, memberanikanku berani Jeratan tangis yang mencengkram bola mataku...