Surat di Ruang Tunggu Terakhir
T idak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Halo, baru saja aku menemukan sepucuk surat di ruang itu Ya, di ruang tunggu terakhir. Begini isinya, ”Saya rasa, saya sudah tidak tahu dimana letak saya di hidupnya. Porsi di hatinya untuk saya masih ada atau tidak, saya tidak tahu. Dia seperti baik-baik saja tanpa saya. Mungkin saat ini, bersikap dingin atau memaki saya sudah tidak meninggalkan perasaan bersalah di hatinya. Jujur, saya nggak sanggup kalau harus menghilang atau kehilangan lagi. Saya selalu berharap ini yang terakhir kalinya saya jatuh cinta sedalam itu sama seseorang. Karena selama tujuh belas tahun saya ada di semesta, saya belum menemukan orang diluar lingkar keturunan yang bisa liat saya sebagai sesuatu yang berbeda. Saya belum pernah merasakan dilengkapi seperti ini. Saya belum pernah merasakan ada orang yang mau mendampingi saya melakukan hal-hal yang saya senangi tanpa berkomentar banyak. Saya b...