Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Menikmati Sakit

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Sepi memanggilku dari bilik ketakutan Mengeja satu persatu kekhawatiran yang telah lama membusuk di dada Berusaha ditepis akal dan diabaikan nurani Namun tetap tak mau berhenti hadir Lorong rasa yang menggelap Luruh bersama setiap detik yang terus melaju Seluruh sisinya retak Nyaris luluh lantak tak bersisa Jika rasa ingin bertahan itu lenyap usailah sudah semua. Menjadi pemikir, perasa, pengingat tidak pernah semudah itu Semua perasaan kalut itu yang mengantarkanku pada bait-bait sajak ini Mengantarkanku pada deret ketakutan yang munculnya tak pernah mau tahu keadaan Horizon malam ini menjelaskan begitu banyak sendu yang pernah turun dari pelupuk mata Menatap bintang dan bulan tak pernah membuatku seterluka itu Karena luka terkecil pun butuh waktu untuk sembuh Belum lagi lara menahun yang selalu meruntuhkan setiap sisi lorong-lorong yang ku kuatkan sendiri Masih banyak...

Kalah

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Bangku itu kosong dan basah Basah bersama rintik yang jatuh dari pelupuk mata Rapuh yang menguat kini telah lapuk Sulit untuk mengeja bahwa semua baik adanya Sebab nyata terpandang tak ada lagi tawa yang melukis cerita Upayaku untuk baik saja hanya angan yang sedang cemas akan dilupa Yang kutakutkan adalah ketika koma dalam setiap lamunan Memutuskan merubah wujudnya menjadi titik yang menjadi sebuah akhiran Dan seperti yang selalu ku ucap, kita tak akan pernah siap dengan kehilangan Aksara yang ku tegaskan dan suara yang ku lantangkan pun tak mampu membuatmu tersadarkan Bahwa masih juga aku yang mendambamu walau dari kejauhan Apa yang dulu hanya berbatas anak tangga, kini harus kurelakan menjadi semakin aksa Sebagai deskripsi singkat akan takut yang menjadi nyata Tentang bagaimana kelak siapapun akan melupa Waktu lebih cepat mengatur geraknya, dan nampaknya Aku m...

Sajak Dini Hari

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. 16/07/2017  01:07 Malam ini dingin. Aku tidak ingin bergelut dengan spekulasi apapun. Sepahit apapun nanti, hati tidak akan siap. Semua orang akan melupa pada waktunya. Kita hanya bersandar pada rasa takut akan kesendirian. Kala angin malam menusuk dan hujan membasahi, kita takut kehilangan rumah. Kita takut hilang dan kehilangan. 01:15 Tenggelam pada rasa cemas yang sama. Intuisiku berbicara sangat lantang, menyuarakan rindu, khawatir dan sejuta perasaan yang tak seharusnya muncul sedini ini. Keinginan untuk melipat jarak, memperlambat waktu, dan menggandakan raga agar tak lagi ada pahit yang ditebak-tebak. Aku hanya menerka, aku hanya merenung, dan aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja. 01:43 Langkahku terhenti, senja yang menjemput tangis hari itu kembali membuatku mengingat bagaimana semuanya dimulai. Bagaimana semua pernah seindah dan semanis itu. Bagaimana aku tidak ingin l...

Hari ini, Esok dan seterusnya

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Selamat bulan Juli! Aku pernah meletakkan lara, tawa, dan memori pada hamparan angka yang mengurutkan satu hingga tiga puluh satu Ada sesuatu yang terdengar kosong bagi yang lain namun begitu berarti buatku Ada sesuatu yang akan selalu terekam jelas di mesin pengingat akalku Ada sesuatu yang tak lekang oleh waktu Selamat bulan tujuh! Adalah sebuah misteri yang hingga saat ini tidak bisa diterjemahkan oleh rumah rasaku Bagaimana setiap bulan itu tiba, ada serangkaian titik terang dari segala gelap yang pernah lalu Entah sugesti atau memang begitu adanya yang ku tahu Luka dan lara yang pernah menyelinap di lorong-lorong rasaku perlahan lenyap disingkirkan kisah yang baru dan, selalu seperti itu sejak empat tahun yang lalu. Namun, kala kaki harus beranjak dan dipaksa melangkah Katanya "Jangan hidup di masa lalu!" Tidak, aku hanya terlalu sayang pada ingatan-ingatan itu Inga...