Menikmati Sakit
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Sepi memanggilku dari bilik ketakutan Mengeja satu persatu kekhawatiran yang telah lama membusuk di dada Berusaha ditepis akal dan diabaikan nurani Namun tetap tak mau berhenti hadir Lorong rasa yang menggelap Luruh bersama setiap detik yang terus melaju Seluruh sisinya retak Nyaris luluh lantak tak bersisa Jika rasa ingin bertahan itu lenyap usailah sudah semua. Menjadi pemikir, perasa, pengingat tidak pernah semudah itu Semua perasaan kalut itu yang mengantarkanku pada bait-bait sajak ini Mengantarkanku pada deret ketakutan yang munculnya tak pernah mau tahu keadaan Horizon malam ini menjelaskan begitu banyak sendu yang pernah turun dari pelupuk mata Menatap bintang dan bulan tak pernah membuatku seterluka itu Karena luka terkecil pun butuh waktu untuk sembuh Belum lagi lara menahun yang selalu meruntuhkan setiap sisi lorong-lorong yang ku kuatkan sendiri Masih banyak...