Boleh dengarkan sejenak?
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Tentang segala yang melintas di akal, berhasil diterka rasa, namun tak sampai hati untuk disuarakan pada khalayak dan semesta. Coba kau lihat purnama itu Purnama yang ku titipi seribu pesan tentang rindu dan haru Coba kau lihat lembayung itu Lembayung yang ku kisahkan perihal ragu dan apa yang telah lalu Mungkin boleh juga kau bertanya, tentang pahit yang ku pendam dalam waktu yang tersisa Mungkin boleh juga kau simpulkan, mengapa hanya padamu segala pendar rasa ini ku biaskan? Usai bait yang ku tuliskan Usai lara yang terbantahkan Usai sadar yang terdakwakan Usai kalut yang terabaikan Masih tetap kau yang terlintas di setiap angan,harapan dan hidup di pelataran bait-bait puisiku Aku menulis, bukan untuk kau tafsirkan Aku menulis, karena ada lelah berkepanjangan yang tidak mungkin ku suarakan pada kejamnya dunia Pernah kau dengar bukan? Bahwa sekian hari sebelum hati ter...