Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Eksistensialisme?

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Paragraf-paragraf ini ditulis untuk mengeja rasa yang tidak sempat diutarakan akibat mulut yang dipaksa terkunci dalam ruangan yang sesak akan ambisi. Beberapa manusia cenderung memilih diam, memilih pura-pura tidak tahu, memilih tidak berbicara Padahal sebenarnya kita semua sama-sama memiliki kemerdekaan untuk berbicara bukan? Iya, namun sayang. Beberapa manusia memilih mengatasnamakan ego mereka atas upaya mematikan suara lainnya. Hingga semua orang yang awalnya berani justru menjadi malas atau bahkan takut menyalurkan aspirasinya. Mereka dipaksa menjadi bungkam Menjadi bisu dan mematung dalam keinginan manusia lain untuk menjadi pemenang. Kesenjangan yang hadir di banyak lingkup Bahkan pada hal paling sederhana pun Perlahan manusia mulai menciptakan kastanya masing-masing Yang satu Sibuk mengkotak-kotak-kan manusia Yang satu Sibuk berlari ke garis fini...

Ambang

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. "Sajak sederhana dengan judul yang dipilih oleh orang terpilih dan ditulis dengan sepaket rasa. Terselip patah hati, berpindah hati, rindu yang menyelimuti dan bait-bait pengharapan lainnya. Cobalah singgah, siapa tau disini hatimu menemukan arah." QWERTY ”Menganalogikan 6 huruf yang mengawali 25 susunan resmi alphabet pada setiap papan ketik.” Ia menuliskan, kata-kata dan kalimat yang tak sempat diucapkan sang awan pada matahari Sebab rintik hujan terlalu cepat datang Ia menuliskan, rangkaian aksara yang memudar bersama embun pagi yang lenyap dalam kehangatan Ia menuliskan sajak-sajak ajaib yang mengikutsertakan seperangkat hatinya dalam lembaran kertas itu Tidak ada banyak hal yang istimewa dari tulisan-tulisannya itu, tidak ada Hanya ada satu hal yang terdengar hiperbola namun begitu adanya Sebab tulisan-tulisan itu tak pernah ia tuliskan untuk orang lain, ...