Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Raison d'être

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Kau? Kalian? Kalian kenal wanita itu? Kalian lihat gerak bibirnya? Sayup matanya? Rentetan senyum yang membuka bibirnya Kau? Kalian? Atau sebutan lain untuk menyapa segerombolan manusia Sapaan yang tak penting Kalian dengar hembus napasnya? Kalian dengar rintihan pedihnya? Kawan, Hati tak pernah bersuara saat patah Ia hanya menyulap pilu menjadi air mata yang ramah Untuk menutup paksa katup resah Ini isyarat, Mungkin dari perempuan yang harapannya tersudut di ujung jalan Lelakinya pergi meninggalkan Dan rupanya selama ini ia hanya enggan kesepian Mungkin juga dari laki-laki yang kasihnya pupus di persimpangan Rindunya usang dalam lamunan Dan rupanya ia hanya memendam rasa sendirian Mungkin juga dari perempuan yang kecewanya tak terbendung Masa lalu yang hilang membawa mendung Menusuk tajam hingga membekaskan luka di palung Mungkin juga dari manusia berhati lembut Yang kasi...

Hepatomegali

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Hai. Apa kau mendengar suara itu? Suara yang hanya ku perdengarkan untukmu Suara yang hanya mampu di dengar oleh hatimu Bait-bait permohonan yang tak terucap lewat lidahku Hai Apa kau menyadari lamunan itu? Kala mata menatap dan hati terpaku Kala langkah tersendat dan aku membeku Kala rindu menggebu dan rasa merayu Kian lama kian menyakitkan Menahan pedih sendiri dalam lamunan Menerkam hati sendiri dalam setiap keraguan Memupuk peluh dalam setiap ketakutan Dan dalam raga yang selalu kau sembunyikan Rasa yang mengakar hingga ke palung hati Katamu kau tak mungkin biarkan aku sendiri? Mati dalam rasa yang kau beri Diam dalam cemas yang berapi Tolong, jangan biarkan hatiku mati. Lagi.