Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Manifestasi Batin

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. "Adalah serangkaian sajak yang telah ditulis sekian masa sebelum hari ini, mungkin tak merupa kisah namun mungkin ia dapat membawa rasamu kembali menemukan arah. " Rindu "Bicara rindu, Sampai saat ini yang ku mengerti rindu tidak memiliki definisi yang mutlak Yang ku tahu, Ia bisa datang tiba-tiba Namun perginya tak bisa begitu saja Mungkin kala rintik sendu itu menyapa tanah pijakan kita berdiri Mungkin juga kala lembayung itu mengiring sang surya pergi Atau bahkan kala kau sedang tenggelam dalam lamunan sendiri Setiap manusia memiliki caranya masing-masing dalam mendefinisikan rindu Seperti rinduku yang menggebu di sabtu ini dan sedang menamba sebuah temu, denganmu." Aksa "Termin, Ia tidak berhenti Mengatur geraknya dengan cerdas hingga aku nyaris tereleminasi Gugur, Dari rangkaian yang terbuang Hancur, Dari sepaket rasa yang telah usang Melebur, Bers...

Berdiri lagi?

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. "Rangkaian sajak ini mungkin tak membentuk sebuah alur cerita. Namun ketahuilah bahwa setiap aksaranya, mewakili sebuah rasa." Nanti akan ada Kata mereka, “Nanti akan ada orang yang mau memotretmu seperti kamu menangkap gerak geriknya lewat lensa dan rasamu dalam segala deretan linimasa itu” “Nanti akan ada orang yang mau menulis lagu untukmu seperti kamu membuatkannya alunan nada dengan syair yang menyuarakan perasaanmu” “Nanti akan ada orang yang khawatir padamu seperti kamu yang tidak bisa berhenti peduli kepadanya” “Nanti akan ada orang yang mau menjadikan kamu prioritas dan opsi teratas seperti kamu mendedikasikan segala rasamu untuknya kala itu” “Nanti akan ada orang yang mau menjadikan kamu rumah tempat segala rasa dan seperangkat hatinya berpulang tanpa kau minta seperti kamu yang tidak pernah bisa berhenti untuk memulangkan hatimu pada jiwanya” Nanti akan ada, ta...

Bifurkasi

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. "Adalah serangkaian sajak singkat tentang titik bifurkasi atau masa peralihan setelah lelah yang berkepanjangan yang telah saya tulis beberapa hari, minggu, bulan sebelum hari ini yang mungkin bisa membantumu mengisyaratkan rasa yang tak pernah ia terka." Hai, orang asing. Kau tetap ku jadikan tempat berpulang, hidup di celah antara berhenti dan tidak bisa pergi. Kau memberiku terlalu banyak jeda tanpa mau merekatkannya lagi. Kita sudah layak disebut orang asing yang tidak pernah saling bertanya keadaan masing-masing dan memilih tenggelam dalam halusinasi.   Untukmu yang tidak pernah merasa cukup Kamu akan menemukan banyak perempuan yang lebih suka berdandan dan menata rupanya. Kamu akan menemukan perempuan yang tutur kata dan gerak-geriknya lebih menenangkan . Kamu akan menemukan perempuan yang setiap hari pakaiannya tidak pernah sama dan punya sejuta cara berpenampilan baik...

Catatan Akhir Tahun

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Merujuk pada hari-hari di akhir tahun yang akan menutup serangkaian kisah yang mewakili perasaan sayang, sakit, lelah, letih, sendu, rindu, tenang, gelisah, kesal, cemas, amarah, duka, hampa dan bahagia selama kurang lebih tiga ratus(an) hari kebelakang.  Pada hakikatnya, segala hal terjadi karena suatu alasan Pun ketika itu begitu menyakitkan  Atau sebegitu membahagiakan Semuanya sama, dibiarkan menimpa atas sebuah alasan Entah itu merupa pelajaran Ataupun menguntai kenangan Sedih dan bahagia itu satu paket Sebab itu akan selalu ada tanda tanya usai tawa yang panjang "Berapa banyak sedih yang harus ku bayar untuk bahagia yang seperti ini?" Entah aku yang terlalu penakut Entah aku yang terlalu pemikir Entah aku yang serba terlalu dalam memfungsikan hati Hingga terasa berat menatap lingkup yang sesak dengan ego manusia  Aku masih jadi sosok yang sa...

Terima Kasih

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Tulisan ini akan dimulai dengan, Terimakasih. Untuk siapapun, atas apapun, yang terjadi kapanpun, dimanapun, dan dalam situasi apapun. Sederhana memang Hanya sebatas kesebelasan huruf yang berpadu untuk mendeklarasikan sebuah makna Representasi dari kesederhanaan yang tidak sederhana Pernahkah kita coba melihat lebih dalam? Bahwa sesingkat dan sepanjang apapun kalimat yang terlantun, tertulis dan terdengar Semua itu kembali pada tingkat berharganya sang pengucap, sang penulis dan sang pendengar Kadang kita lupa, Satu saja kata, satu kalimat, satu tanda baca dapat merubah berbagai sudut pandang Semuanya kembali pada 'tentang siapa' serta 'dari siapa' Kadang kita lupa, Satu dan keseluruhan dari kita adalah tipikal makhluk yang ditakdirkan tidak dapat hidup sendirian Meskipun lebih-lebih kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri Diluar segala kemutlakan atau pe...