Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Bukan Isyarat

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu, dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Kembalilah, Kembalilah kapanpun engkau membutuhkan jalan pulang. Kembalilah, Kembalilah kapanpun engkau butuh bahu untuk bersandar Pulanglah, Pulanglah pada hati yang menunggumu datang lagi Pulanglah, Pulanglah pada jiwa yang merindumu lagi dan lagi Sesak, Sebuah rasa yang tidak dapat ku definisikan ke dalam kosa kata yang berarti Kamu perlu tau, Bahwa terkadang aksara lebih lihai mengutarakan rasa Isyarat, Aku tak biasa meneriakkan pedih dalam upaya nyata Namun aku tak biasa pula menyebutnya sebagai pengibaratan lain agar kamu mengerti Terkadang aku menulis bukan karena ingin kamu pahami Namun aku menulis karena aku ingin lepas Melepas belenggu rindu melalui alphabet-alphabet Yang bahkan mungkin hingga saat ini tak pernah kamu sentuh lewat layar ponsel pintarmu Tidak apa, Jika memang kamu tak mampu membaca rasaku. Cukuplah dengan mengintip tulisanku. Tak apa juga, Jika...

Seribu Satu Cerita di Tanah Istimewa

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Jogja, Katanya akan selalu menjadi rumah yang ramah Benar, Aku suka Jogja, senja, hujan, dan kamu. Namun, Kembaliku ke Jogja Nyatanya justru membawa luka Mengasah lara di pelataran bahagiamu Genggaman tanganmu begitu erat Merengkuhnya, menjaganya Dan aku diam dibawah senja Menjaga hati dan rasa agar enggan memberontak Jogja, Harusnya indah. Denganmu, harusnya lebih indah Namun, Kala itu tidak Hanya memaksaku menggerus memori indah tentang Jogja dan kamu Yang ternyata memang tidak akan pernah kembali menjadi sejarahku lagi Lintas rindu Tersapu sendu Bangunan bersejarah Telah kembali memberiku sejarah Tentang rasa yang kehilangan arah Tenggelamnya fajar pun tak nampak Mungkin ia hilang Bersama ekspetasiku tentang sebuah gempita di tanah istimewa Semua hanya sebatas angan serta imaji Karena yang jelas terlintas di indraku adalah, Jogja memberimu seribu cerita bersam...