Bukan Isyarat
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu, dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Kembalilah, Kembalilah kapanpun engkau membutuhkan jalan pulang. Kembalilah, Kembalilah kapanpun engkau butuh bahu untuk bersandar Pulanglah, Pulanglah pada hati yang menunggumu datang lagi Pulanglah, Pulanglah pada jiwa yang merindumu lagi dan lagi Sesak, Sebuah rasa yang tidak dapat ku definisikan ke dalam kosa kata yang berarti Kamu perlu tau, Bahwa terkadang aksara lebih lihai mengutarakan rasa Isyarat, Aku tak biasa meneriakkan pedih dalam upaya nyata Namun aku tak biasa pula menyebutnya sebagai pengibaratan lain agar kamu mengerti Terkadang aku menulis bukan karena ingin kamu pahami Namun aku menulis karena aku ingin lepas Melepas belenggu rindu melalui alphabet-alphabet Yang bahkan mungkin hingga saat ini tak pernah kamu sentuh lewat layar ponsel pintarmu Tidak apa, Jika memang kamu tak mampu membaca rasaku. Cukuplah dengan mengintip tulisanku. Tak apa juga, Jika...