Konotasi Pelarian
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Masih pada pijakan yang sama Akan melangkah? Ya, ia tak lagi mau diam di tempat Tenang, Jangan takut, ia tak akan pergi untuk melupa Ia hanya tidak mau berkutat pada hitam yang sama, pekat yang sama Setidaknya beri ia kesempatan untuk melukis di kanvas baru. Menjadi yang paling mengingat dalam setiap peristiwa di segala rotasi waktu, tidak pernah mudah Kemudian menjadi yang paling cepat terlupa dan tersingkir kembali hingga tak nampak Warnanya menyala, mimpinya hidup, namun beberapa rasa hadir untuk sengaja meredupkannya Kamu, melihatnya sebagai hitam Tak perlu melintas di retina Tak perlu terbaca indra penglihatmu Cukup ada, cukup hadir, untuk dunia Bukan untukmu Dia, melihatnya sebagai abu Melintas di retina, nampak dan terbaca jelas Tak mengambang menjadi alur yang tak pasti Diberi bahagia, diberi lara Diajak melupa, namun akhirnya ditinggal terluka Ia hidup hanya ketika ...