Belum, aku belum memulai lagi.
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu, dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Tiga banding sepuluh Aku ingin lupa Aku ingin berhenti Aku ingin tidak peduli Namun mengapa masih saja sajak dan bait bait tulisanku memilihmu sebagai tujunya? Jika saat ini kamu sedang membaca satu dari sekian puluh (mungkin akan menjadi ratus/ribu) coretanku tentang sikapmu, dan jika kamu kan bertanya 'Untuk apa masih menulis tentangku?' Maka jawabannya sederhana 'Aku belum bisa memulai lagi' Banyak yang berucap 'Memulai tak sesulit mempertahankan' Ya memang, membuka rumah untuk sosok baru memang mudah. Namun membiarkannya tetap di dalam kemudian menguncinya rapat kembali adalah sesuatu yang berbeda. Sebab kamu selalu mendesak sosok baru itu pergi acap kali ia sudah jelas menginap cukup lama di rumah ini. Sebab kamu tidak pernah mau benar benar angkat kaki dari rumah ini Namun ketika aku menapak ke rumahmu Yang kupandang adalah rumah mewah dengan penghuninya...