Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Belum, aku belum memulai lagi.

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu, dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Tiga banding sepuluh Aku ingin lupa Aku ingin berhenti Aku ingin tidak peduli Namun mengapa masih saja sajak dan bait bait tulisanku memilihmu sebagai tujunya? Jika saat ini kamu sedang membaca satu dari sekian puluh (mungkin akan menjadi ratus/ribu) coretanku tentang sikapmu, dan jika kamu kan bertanya 'Untuk apa masih menulis tentangku?' Maka jawabannya sederhana 'Aku belum bisa memulai lagi' Banyak yang berucap 'Memulai tak sesulit mempertahankan' Ya memang, membuka rumah untuk sosok baru memang mudah. Namun membiarkannya tetap di dalam kemudian menguncinya rapat kembali adalah sesuatu yang berbeda. Sebab kamu selalu mendesak sosok baru itu pergi acap kali ia sudah jelas menginap cukup lama di rumah ini. Sebab kamu tidak pernah mau benar benar angkat kaki dari rumah ini Namun ketika aku menapak ke rumahmu Yang kupandang adalah rumah mewah dengan penghuninya...

Ada yang lepas

Tidak semua yang aku tulis adalah kamu dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku Pada akhirnya yang kamu miliki adalah kehilangan. Kehilangan yang hanya akan menyisakan satu pertanyaan. Kamu ingat? Bahwa sebelumnya kamu pernah merasa benar benar berarti. Kamu benar benar merasa seolah dipertemukan dengan sebuah kebahagiaan tak berujung Seolah kamu memliki waktu lebih panjang lagi untuk menikmati alur ceritanya Seolah kamu selalu punya kesempatan untuk menulis ulang kisahnya selagi kamu menginginkannya. Kamu pernah berperasa enggan meninggalkan jalan itu. Kamu pernah berangan masih terus kuat berlari hingga ke ujung jalannya. Tak peduli liku, tak peduli hujan, tak peduli lubang dan tak peduli atas segala yang telah menerpa. Kamu pernah merasakannya bukan? Kamu pernah juga merasa menjadi orang paling bahagia karena berhasil berdiri tegak di tepi tepi jalanan itu? Dan kamu juga pernah merasa selalu terjaga di lingkup persimpangan itu. Kamu pernah mera...