Hanya sebatas rasa
Tidak semua yang aku tulis adalah kamu, dan tidak semua yang kamu baca adalah ceritaku. Senja hari ini, hendak menyampaikan salam dari seseorang yang sedang jatuh cinta pada si pemilik hatinya. Begini tuturnya, "Selamat sore, Teruntuk pelabuhan lama yang telah aku tinggalkan, untuk pelabuhan baru yang kelak ku singgahi atau pelabuhan terakhirku yang masih belum sanggup ku tepikan. Kamu boleh membenciku dengan aku dan perasaanku. Tapi kamu tidak berhak membenci dan mengekangku atas aku dan karyaku. Yang kuberi hanya sekadar rasa yang ku utarakan lewat setiap sajak, seni dan apapun yang ku percaya membuatku tenang dan bahagia tanpa merisaukanmu. Tanpa mengganggu kehidupanmu. Dan tanpa mengusikmu dan orang orang terdekatmu. Sekarang aku tengah diam, aku tidak pernah lagi berkutik terlalu jauh terkait kehidupanmu. Sekarang kamu dan hidupmu adalah urusanmu. Biarlah, ini semua hanya sebatas rasa. Sementara tidak ada yang salah dan bisa disalahkan soal sebuah rasa. Sebagaima...